Sabtu, 11 Mei 2013

Tata Cara Sholat Dhuha yang Benar

SHOLAT DHUHA
Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik. Kira-kira, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur.

Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam

A. Tata Cara Shalat Dhuha

Kamis, 20 Desember 2012

Cara Menghubungkan Blogger dengan Twitter dan Facebook


Dah lama pingin buat, baru sekarang kesampean.. kakang mau share buat temen2, Cara Menghubungkan Blogger dengan Twitter dan Facebook, patut dicoba dan digunakan.
Langsung saja ini menghubungkan blogspot ke twitter dan facebook menggunakan twitter feed :Kunjungi situs twitterfeed.com
  • Klik Register Now akan di direct ke tab Step 1: Create Feed
  • Isi Form yang disediakan :
Email adress : masukan email yang sedang sobat gunainpasssword : masukan password minimal 6 karakter (jangan sampai lupa sob sama passwordnya)
confirm password : tulis kembali password yang sesuai dengan sebelumnya

  • Klik Create Account 
  • Isi Form yang ada:

Feed Name : Nama blog/situs sobatBlog URL or RSS Feed URL : masukan RSS Feed Url sobat sendiri seperti
http://ghofursmart.blogspot.com/feeds/posts/default
ganti tulisan yang berwarna merah dengan alamat blog sobat
  •  Lalu klik Test Rss Fedd
  • Jika berhasil maka akan ada tulisan Feed Parsed OK dibawah RSS Feed URL
  • Lalu klik continue to Step 2 (Configure Publishing Services), Nah untuk tahap ini kita akan memilih kemana nantinya blog kita akan dihubungkan. Kalo untuk skrang kan kita fokusnya ke Facebook dan ke Twitter.
  •  Untuk ke Twitter --> klik Twitter pada halaman Available Services --> klik Authenticate Twitter --> Masukan Username dan Password akun Twitter sobat --> Lalu izinkan aplikasi --> Kalo sudah, terakhir klik Create Service dibagian bawah.
  • Untuk ke Facebook --> klik Facebook pada halaman Available Services --> klik Connect with Facebook --> log in ke akun Facebook sobat --> terakhir klik Create Service
  • Terakhir klik All Done. Sekrang blog sobat sdh terhubung ke Twitter dan Facebook sobat sendiri.

Nah itulah tutorial Menghubungkan blog ke twitter dan facebook dengan mudah dari chumhienk blog, semoga bermanfaat, dan untuk admin chumhienk blog makasih ya!
Sekian artikel menghubungkan blog ke twitter dan facebook semoga bermanfaat!

Selasa, 28 Agustus 2012

Jadilah Pelita


Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”
Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”
Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.
Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”
Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.
Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”
Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”
Si buta tertegun..
Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”
Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”
Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.
Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”
Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”
Senyap sejenak.
secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”
Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.
Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.
Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).
Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.
Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.
Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.
Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.
Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.
Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.

Senin, 27 Agustus 2012

Wonderful Wises

How long will you ramble on the shore of the ocean, close your eyes to the wonders of the Quran? Was it not your duty to sail to the midst of the fathomless ocean of these meanings in order to see their wonders, to travel to their islands in order to gather their best produce, and to dive into their depths so that you might become rich by obtaining their jewels? Do you not feel ashamed of being deprived of their pearls and jewels by your persistence in looking at their shores and outward appearances?