Minggu, 06 Desember 2015

Cara Belajar Efektif Menjelang UAS



BAGI sebagian besar mahasiswa mungkin kini tengah memasuki minggu-minggu terakhir menjelang Ujian Akhir Semester (UAS), namun kebiasaan menggunakan metode belajar SKS alias Sistem Kebut Semalam, mahasiswa pun cenderung berleha-leha.

Menjelang hari H, kamu akan menjadi kelabakan ketika menyadari banyaknya materi yang harus dibaca dan dimengerti sebagai bahan UAS. Tidak jarang, sikap pasrah atau mengandalkan 'bantuan' teman menjadi pilihan terakhir yang ditempuh.

Padahal ada beberapa tips yang dapat kamu tiru mengenai cara belajar yang efektif seperti dikutip dari Collegecures, Rabu (23/11/2011):

1. Sedikit belajar tapi mulai lebih awal
Rencanakan rutinitas belajarmu dan jadwal kegiatanmu dalam bersosialisasi. Dengan mulai mencicil materi kuliah sejak awal tidak perlu membuatmu belajar dalam porsi besar karena minimnya waktu. Hal ini akan meluangkan waktumu untuk bersantai serta meminimalkan rasa stres.

2. Memiliki sesi belajar intensif

Rabu, 25 November 2015

Rasionalisme, Mengenal Jiwa dan Allah



Oleh : Muhammad Abdul Ghofur (1310320005)

Ada banyak aliran dan madzhab filsafat. Hal itu dikarenakan tabiat manusia yang terdiri dari akal dan indera. Menusia memiliki indera yang menghubungkannya dengan dunia luar dan memindahkan berbagai kesan inderawi dari alam tersebut. Manusia juga memiliki akal yang bisa menguji dan mengkaji berbagai pikiran-pikiran internal yang berseliweran di otaknya. Di antara manusia, ada orang yang lebih dominan unsur inderanya dan ada pula yang lebih dominan unsur akalnya. Karena itulah, para filsuf mempunyai dua orientasi utama:[1]

1. Orientasi empirisme 
2.  Orientasi rasionalisme.

Kali ini kita akan membahas tentang rasionalisme. Apa ya rasionalisme itu?? Seminggu berkutat dengan judul itu membuatku ngelu dan jemu. Kubaca berulang-ulang masih juga tak paham-paham. Hal ini membuatku gelisah dan jengah. Namun, aku pantang menyerah. Sehingga.. Jadilah... baca aja deh.. sikat...!!

Saat menengok Kamus Besar Bahasa Indonesia, mataku tertuju pada Rasionalisme : teori yang menganggap bahwa pikiran dan akal merupakan satu-satunya dasar untuk memecahkan problem yang lepas dari jangkauan indera. Paham yang lebih mengutamakan akal daripada emosi.

Nah, setelah mendapati pengertian di atas,

Sabtu, 31 Oktober 2015

BENSINKU HABIS



Pagi ini (29/10) saya dibuat tersenyum oleh mas NN. Entahlah, karena sungkan atau apa saya mengurungkan niat untuk menanyakan namanya. Ya, aneh, justru orang lain lebih perduli terhadap diriku di saat saya tidak begitu perduli pada diriku sendiri.


Biasanya, saya dari wedung ke Kudus dengan “saku” bensin 2 liter. Sekitar 45 Km jarak yang harus saya tempuh agar sampai di kampus. Namun, saya hanya mengisinya satu liter. Bukan apa-apa sih. Sengaja, saya hanya ingin mengujinya. Cukupkah?

Awalnya, saya yakin 1 liter suda mencukupinya, ternyata dugaanku meleset. Sampai di mejobo, dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba motor melambat. Oh, sial. Motorku kehabisan bensin.  Tanpa pikir panjang, saya segera menuntunnya ke bensin terdekat. Sayang, sayapun tak tahu seberapa jauh POM Bensin yang terdekat. halah, bodo amat. Sudah menjadi risiko bagi sebuah kenekatan.

Kira-kira baru 50 meter saya menuntun, tiba-tiba seorang mas-mas bermotor metik melewatiku dan berhenti di depanku. Wah, begal macam apa ini, pagi-pagi sudah berkeliaran. Lalu dia membuka helm dan muncullah cahaya putih berkilauan. Saya jadi penasaran, sabun apa yang dipakai, ya. Kemudian mas-mas itu berkata, “mogok?”. Dengan polos saya mengangguk. “Ayo tak dorong, wae. POM she adoh”, tukasnya.

Wiihh.. saya seperti ditampar malaikat. “Lho, Fur. Deloken..!! Wong Jawa ki sumeh-sumeh. Padha perduli siji marang liyan”.  hem.. saya terheran-heran dengan mas NN ini. Bagaimana tidak, teman bukan, saudara bukan, istri juga bukan. Kok mau-maunya dia menolongku. Wah, saya jadi terharum.. bagaimana tidak, diantara lalu lalang motor mobil di jalanan. Mereka sama sekali tak melirik sama sekali. Ya sudahlah..

Mungkin mas NN merasa iba melihat pemuda ganteng kok menuntun motor, harusnya kan nuntun becak. Halah. Saya tidak tahu apa motivasinya tapi yang jelas saya melihat ketulusannya.

Dan dia pun memancal knalpot motorku. Sawah gersang kami lalui, truk dan mobil menyalib kami tak perduli, sengatan panas mentari tiada berarti, hanya satu yang saya yakini, mas NN adalah orang yang baik hati. Ciye.. semoga sakinah mawadah warohmah.. eit eit eit.. sapa sing meh kawin? Saya jadi berpikir, andai semua orang di dunia mempunyai kebaikan hati seperti mas NN.. wah, pasti yang menolong saya jadi rebutan kayak tukang ojek cari pelanggan.

Oh ternyata, memang jauh. Jauh banget. Saya tak membayangkan bagaimana jadinya kalau saya menuntun sejauh ini. Pasti tekor ini kaki. Mungkin saya akan mengeluh dan menggalau tiga hari. Oh, terima ksih mas NN terima kasih tuhan. Selama pendorongan tersebut, kami sangat hemat suara, kalau dirata-rata mungkin setiap satu meter berjalan muncul seperdelapan kata. Hampir tanpa perbincangan. Saya hanya bertanya dimana dia bekerja, itupun saya tidak begitu jelas mendengar jawabnnya. Lha wong dia pakai masker. Hem..

Sejurus kemudian kami sampai di POM Payaman. Kami pun berpisah. Mas NN melambaikan tangan dan saya menjerit, “Matur suwun, mas”. Dia melaju mulus, semulus pendorongan tadi. Saya berdoa, semoga allah memberinya keselamatan, rejeki lancar, dan mendapat balasan kebaikan yang berlipat. Oh,, saya harus bantu orang nih..

Selasa, 27 Oktober 2015

PESAN BERANTAI KARTU BERGAMBAR



Oleh : MA. Ghofur


Saya akan berbagi pengalaman mengajar mapel Bahasa Inggris kelas VI dengan tema Like and Dislike (kesukaan dan ketidak kesukaan). Pada kesempatan ini saya lebih menekankan pada penguasaan kosa kata jenis-jenis hobi. Berikut adalah tahapan-tahapan yang perlu disiapkan.

Bahan : 8 kartu bergambar (sesuai kebutuhan)
Dengan jumlah 29 anak, 15 siswa dan 14 siswi, saya membaginya menjadi 4 kelompok homogen. (usahakan tiap kelompok mempunyai jumlah anggota yang sama. Siswa “lebih” bisa diajak untuk membantu guru)

1.       Tiap kelompok diberi kesempatan untuk menentukan siapa yang duduk di depan dan belakang
2.       Tiap Kelompok berbaris dari depan ke belakang di lapangan, lalu duduk santai dan tetap menghadap depan.
3.       Anak yang duduk paling belakang mendapatkan 1 PESAN yang harus ia sampaikan kepada teman di depannya hingga sampai yang terdepan dengan berbisik. Jangan sampai diketahui oleh kelompok lain.
4.       Siswa terdepan mengambil gambar sesuai dengan maksud pesan.

Permainan ini dapat diolah dengan berbagai aturan baru. Seperti:
1.       Adu kecepatan, kompetisi dengan kelompok lain. Bisa dua atau tiga kelompok
2.       Pesan tidak harus berisi teks, ia bisa diganti dengan gambar
3.       Dalam penyampaian berantai, dapat sampaikan dengan tanpa suara, yakni dengan gerak bibir.
4.       Dapat juga dengan gerakan. Siswa mempraktikkan gerakan sesuai maksud pesan.

Sayangnya, saya lupa memotret foto kegiatan. Yang jelas anak-anak puas dan bersemangat. Tinggal mengevaluasi hasilnya. Demikian yang dapat saya bagikan. Jangan lupa, sanjung mereka setelah menyelesaikan kegiatan. Terima kasih.

SENDING A LETTER



Oleh : MA.Ghofur

Saya akan berbagi pengalaman mengajar mapel Bahasa Inggris kelas IV dengan tema at The Post Office (di kantor pos). Pada kesempatan ini saya mengajak anak-anak untuk bermain kertas yakni membuat amplop. Berikut adalah tahapan-tahapan yang perlu disiapkan.

Bahan : kertas folio warna, gunting, lem, perangko (tiruan)
Langkah :
1.      Buat amplop seperti pada gambar berikut:

2.      Masukkan surat ke dalam amplop