Oleh: Muhammad Abdul Ghofur (1310320005)
PGMI LK STAIN KUDUS
1.
Metode
Tata Bahasa-Terjemah
A. Hakikat bahasa
Metode ini berasumsi bahwa ada
satu ”logika semesta” yang merupakan dasar semua bahasa di dunia ini. Metode
ini juga berasumsi bahwa tata bahasa merupakan bagian dari filsafat dan logika,
belajar bahasa dengan demikian dapat memperkuat kemampuan berpikir logis,
memecahkan masalah, dan memperkuat kemampuan menghafal.
B. Hakikat pengajaran bahasa
Asumsi-asumsi teoretis yang
mendasari hal tersebut ialah bahwa bahasa
sasaran terutama sekali diintegrasikan sebagai suatu sistem
kaidah-kaidah yang akan diobservasi dalam teks-teks dan kalimat-kalimat dan
dihubungkan dengan kaidah-kaidah dan makna-makna bahasa pertama.
Berikut ini adalah asumsi-asumsi
Metode Tata Bahasa-Terjemah:
1.
Melalui Metode Tata Bahasa-Terjemah bahasa
dipahami terdiri dari kata-kata yang ditulis dan kata-kata yang terwujud secara
mandiri; kata-kata itu bersifat individu yang dapat diterjemahkan satu persatu
ke dalam padanan-padanan bahasa asing mereka dan diatur menurut aturan-aturan
tatabahasa ke dalam kalimat-kalimat dalam bahasa asing.
2.
Di dalam pengajaran bahasa apa yang seharusnya
diajarkan bukanlah bahasa itu sendiri tetapi cara pemikiran logis dan
mengembangkan disiplin mental yang berharga. Asumsi ini sering dikritik karena
kemampuan logika rata-rata anak sekolah tidak cukup tinggi untuk mengikuti
metode ini. Metode ini pengajaran bahasa sangat mengutamakan kemampuan teori
tentang rumus-rumus kebahasaan.
3.
Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa
ibu. karena dipercaya dapat memberi para pelajar bahasa sasaran hasil yang
jelas dan pemahaman tentang prestasi yang jelas pula. Para pelajar bahasa juga
memerlukan rasa aman karena mereka dapat dengan mudah memahami pelajaran dan
penjelasan guru.
Desain Metode Tata Bahasa-Terjemah

