TEORI-TEORI ILMU PENDIDIKAN
Makalah
ini disusun guna memenuhi tugas
mata kuliah
Ilmu Pendidikan
Dosen Pengampu : Zaenal Hafidhin,
Disusun oleh :
M. Abdul Ghofur (1310320005)
Taufiqurrohman (1310320018)
PROGRAM
STUDI PGMI
JURUSAN
TARBIYAH
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Banyak di antara kita yang beranggapan
bahwa tabiat seseorang itu adalah faktor keturunan dari orang tua atau nenek
moyangnya. Kecerdasan maupun kebodohan, kebaikan maupun kejelekan yang
seseorang punyai berasal dari ayah maupun ibunya. Sementara itu, di lain pihak
beranggapan bahwa tabiat seseorang terasah dari lingkungan tempat ia berada
karena di situlah ia mengenyam pendidikan. Lingkungan yang mengajarkan ia
nilai-nilai moral, nilai keindahan, norma, dan pengetahuan.
Lain lagi dengan suatu kaum yang
bersikap preventif terhadap lingkungan (masyarakat). Kaum ini sangat
berhati-hati dalam terjun ke dunia kemasyarakatan. Mereka khawatir jatidirinya
akan dirusak oleh tabiat buruk masyarakat tertentu.
Lalu, muncullah titik temu dari ketiga
di atas, yakni penyatuan pandangan atas pembentukan tabiat dalam pendidikan
manusia.
Alangkah pentingnya kita berteori dalam
praktek di lapangan pendidikan karena pendidikan dalam praktek harus
dipertanggungjawabkan. Tanpa teori yang rasional yang konsisten dan saling
berhubungan maka tindakan-tindakan dalam pendidikan hanya didasarkan atas
alasan-alasan yang kebetulan, seketika, dan aji mumpung. Hal itu tidak
boleh terjadi karena setiap tindakan pendidikan bertujuan menunaikan nilai yang
terbaik bagi peserta didik dan pendidik. Bahkan pengajaran yang baik sebagai
bagian dari pendidikan selain memerlukan proses dan alasan rasional serta
intelektual juga terjalin oleh alasan yang bersifat moral. Sebabnya adalah
manusia adalah makhluk yang harus mendalami nilai-nilai dan menata perilaku
sesuai dengan harkat nilai-nilai yang dihayati itu. Sesuai ucapan Dr. Gunning
yang dikutip Langeveld (1955). “Praktek tanpa teori adalah untuk orang idiot
dan gila, sedangkan teori praktek hanya untuk orang-orang jenius”.