Sabtu, 16 April 2016

Ular Tangga dan Rumah Tangga


“Assalamualaikum”, terdengar suara dari depan. “Waalaikum salam”, Jawab Retno. Ia bergegas mencuci tangan meninggalkan irisan bawang di dapur. Suara yang ia nantikan sudah datang, siapa lagi kalau bukan suaminya. Retno menggesekkan tangan pada bajunya lalu mencium tangan suaminya yang sedang duduk di kursi. “Basah, dik?”, tanya Yadi. “Tadi baru mau masak, Mas. Ya aku cuci tangan dulu”, jawab Retno.

“Ow.. Masak apa nih?”, Yadi tersenyum kecil mendapati istrinya mulai belajar memasak. “Special Omelette with onion and red chili”, Jawab Retno sambil mengedipkan mata.
“Hahaha.. bilang aja ndog dadar”

“Ya biar keren dikit to, Mas”
“Heleh, pakai inggris-inggrisan segala. Yang penting rasanya. Enak apa tidak?”
“Jadi mas meragukan masakanku?”, tanya Retno agak sinis.
“Ya nggak gitu. Sudah, ayo Mas bantu”, Jawab Yadi.

Yadi mengalihkan pembicaraan. Maksud hati bercanda, tapi ia takut menyinggung perasaan istrinya. Retno memang sensitif tentang hal seperti ini. Retno kembali ke dapur meninggalkan Yadi yang masih mencopot kaus kaki sambil melamun. Dalam lamunannya ia teringat momen bersejarah di Museum Dolanan Semarang.

Saat itu mereka sedang mengunjungi museum bersama teman-teman lainnya. Yadi terhenti di depan lukisan ular tangga.

“Bagus sekali lukisannya ya, Dik”
“Iya, Mas”
"Dik, main ular tangga yuk!"
"Ah, udah gede juga masih main gituan"
"Yaudah, kita main rumah tangga aja yuk. kekekek"
"His.. gundulmu kuwi, Mas. Jangan sembarangan kalau bicara".

suasana menjadi hening.. Yadi merasa hancur. lalu tiba-tiba retno berkata..

"lagian juga, rumah tangga nggak boeh main-main. Aku kan takut, aku belum siap. Nanti aja kalau aku udah lulus"

"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa", Yadi histeris mendengar ungkapan Retno.

Semua orang menoleh ke arah Yadi. Sadar diperhatikan banyak orang, Yadi berlari ke toilet dan melanjutkan teriakannya di sana. Retno senyum-senyum sendiri melihat tingkah pujaan hatinya.

“Mas!! Katanya mau bantuan?”, Retno menepuk pundak Yadi. “Oh iya.. siap sayang. hehehe”, Yadi kaget dan terbangun dari lamunannya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar